Loading...

Senin, 04 Februari 2013

HUBUNGAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DENGAN AKHLAK SISWA SMK NEGERI 2 PADANGSIDIMPUAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Akhlak  merupakan  tata  aturan  atau  norma prilaku yang mengatur hubungan  antara  sesama manusia bahkan mengatur hubungan antara manusia dengan  Tuhan  serta  dengan  makhluk lainnya dan akhlak merupakan perwujudan dan hakikat keberadaan manusia itu sendiri. Akhlak dalam kehidupan manusia menempati  tempat  yang paling penting sekali, baik secara individual maupun sebagai anggota masyarakat dan bangsa. Sebab jatuh bangunnya, jaya hancurnya, sejahtera rusaknya suatu bangsa dan masyarakat tergantung kepada bagaimana akhlaknya.
Dalam  pendidikan  bukan  saja prestasi yang diharapkan, tetapi terlaksananya akhlak yang  baik  merupakan  harapan  setiap  individu.  Dalam  proses  belajar  yang  dialami  dan  dilalui siswa banyak tantangan dan hambatan yang dapat merusak akhlaknya. Untuk  itu  di dalam  pembentukan  kepribadian  anak  berada di pundak orang tua dan  pembentukan  kepribadian  anak itu  dimulai  dari  rumah tangga. Siswa memerlukan  pembinaan  akhlak  yang  ekstra  dari  orang  tua.  Karena  pada  masa ini kebanyakan jiwa anak masih mengalami keguncangan, sehingga mereka sangat membutuhkan pembinaan dari orang tua khususnya dalam akhlak mereka agar mempunyai akhlak yang baik.
Untuk  menanamkan  akhlak  mulia bagi anak menurut pandangan Islam telah  dimulai  sejak  dini,  dimulai  sejak sebelum kelahiran bayi kemudian diteruskan  setelah  kelahirannya.  Pembentukan  akhlak  mulia  itu terkait erat dengan  pelaksanaannya  di rumah  tangga, sekolah  dan  masyarakat.[1]
Dalam  rumah tangga usaha yang dapat dilakukan untuk pembinaan akhlak  di rumah tangga adalah orang tua hendaknya menciptakan kondisi rumah tangga   atau keluarga yang kondusif  bagi  perkembangan  sehat  anak  serta  penanaman  nilai-nilai  keagamaan dan mengembangkan komunikasi dengan anak-anaknya.
Berdasarkan kenyataan di lapangan bila diperhatikan akhlak siswa merosot, terlihat seperti siswa keluar lingkungan sekolah sewaktu jam pelajaran sudah  dimulai, berkelahi, tidak mengerjakan tugas, melawan guru dan lain sebagainya merupakan hal yang tidak dapat dibiarkan terus menerus karena akan       mengganggu  proses  belajar  yang  dilaksanakan.
Permasalahan seperti ini dapat terjadi karena tidak adanya hubungan komunikasi yang baik dalam keluarga, karena pendidikan dalam keluarga           adalah merupakan corak kualitas anak selanjutnya. Dengan tidak terjalinnya hubungan komunikasi dalam keluarga maka anak akan merasa diabaikan        sehingga  ia  akan  mencari  hiburan  yang  dapat  merusak  akhlak.
Keluarga  memegang peranan penting dalam proses sosialisasi anak       karena dalam keluargalah pertama sekali anak mengenal dan berhubungan dengan orang lain.[2] Hal ini disebabkan karena lingkungan keluarga merupakan       lingkungan pendidikan dan bimbingan. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar pendidikan akhlak dan tabiat   anak, sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga   yang lain.
Komunikasi dalam keluarga dapat menunjang kemajuan pendidikan    terutama pendidikan akhlak siswa. Karena dengan komunikasi yang dilakukan   dalam keluarga orang tua akan dapat mengetahui hal-hal yang dapat merusak    akhlak anaknya. Bila komunikasi itu dapat berjalan dengan baik, semua          tindakan anak yang menyimpang akan dapat ditanggulangi secepatnya. Oleh      karena itulah komunikasi dalam keluarga itu mutlak diperlukan demi        keberhasilan  pendidikan  anak  khususnya  akhlak  mereka.
Dengan melakukan komunikasi dalam keluarga maka antara orang tua        dan anak akan terjalin hubungan yang baik. Komunikasi dalam keluarga yang       baik itu tercermin dari perlakuan orang tua terhadap anak-anaknya. Yang mana         di dalam keluarga, anak sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Apabila dalam sebuah keluarga dapat menjalin hubungan dengan baik, yaitu      antara orang tua dengan anak-anaknya dalam artian memiliki komunikasi yang baik dalam keluarga, seorang anak tidak bosan dan merasa aman berada dalamnya sehingga anak akan terkontrol dan mempunyai akhlak yang baik, karena segala permasalahan dan keluh kesahnya selalu dipecahkan bersama di dalam keluarga tersebut. Dan juga sebaliknya apabila dalam sebuah keluarga tersebut tidak mempunyai komunikasi yang baik atau tidak adanya perhatian orang tua terhadap anaknya maka anak tersebut akan merasa diabaikan dan akan mencari kesenangan    di luar  yang  dapat  merusak  akhlaknya.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan komunikasi siswa dalam keluarga kurang, terlihat dari akhlak siswa yang merosot di sekolah. Untuk itu penulis ingin mengetahui sejauh mana komunikasi yang di lakasanakan orang tua dengan anaknya. Beranjak dari permasalahan di atas penulis tertarik membahas masalah ini lebih lanjut dengan judul skripsi “Hubungan Komunikasi Dalam Keluarga Dengan Akhlak Siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan”.
B. Identifikasi Masalah
Sebagaimana yang diterangkan dalam latar belakang masalah di atas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian tentang masalah yang di teliti, maka akan di uraikan masalah yang teridentifikasi di lapangan, yakni :
1.    Komunikasi dalam keluarga jarang di lakukan sehingga orang tua tidak mengetahui perilaku anak di sekolah.                                    
2.      Orang tua kurang memahami pelaksanaan komunikasi yang baik, sehingga komunikasi yang selama ini di laksanakan tidak membuahkan hasil.
3.      Akhlak siswa yang tidak baik sangat mengganggu proses belajar mengajar.
4.      Komunikasi dalam keluarga memiliki hubungan terhadap akhlak siswa, karena segala permasalahan yang di hadapai siswa sejak dini telah diketahui dan selanjutnya akan diberikan solusinya.

C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas, maka penelitian ini dibatasi pada hal-hal berikut :
1.      Tentang komukasi dalam keluarga pada SMK Negeri 2 Padangsidimpuan
2.      Tentang akhlak siswa pada SMK Negeri 2 Padangsidimpuan
3.      Hubungan komunikasi dalam keluarga terhadap akhlak siswa pada SMK        Negeri 2 Padangsidimpuan
D. Rumusan Masalah
Untuk memudahkan penulis dalam mengidentifikasi permasalahan maka penelitian ini dirumuskan ke dalam beberapa bentuk poin pertanyaan, yaitu:
1.      Bagaimanakah komunikasi dalam keluarga siswa SMK Negeri 2      Padangsidimpuan?
2.      Bagaimankah akhlak siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan?
3.      Apakah ada hubungan komunikasi dalam keluarga dengan akhlak siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan?
E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun  tujuan  penelitian  yang  akan  dicapai  dalam  penelitian  ini  adalah:
a.       Untuk mengetahui komunikasi dalam keluarga pada SMK Negeri 2 Padangsidimpuan.
b.      Untuk  mengetahui  akhlak  siswa  pada  SMK  Negeri  2  Padangsidimpuan.
c.       Untuk mengetahui hubungan komunikasi dalam keluarga terhadap akhlak siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan.
Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah:
1.      Sebagai bahan masukan bagi orang tua terutama dalam melaksanakan komunikasi dalam keluarga guna mengantisipasi timbulnya akhlak siswa  yang tidak baik.
2.      Sebagai bahan masukan bagi guru untuk meningkatkan komunikasi yang   baik dengan siswa.
3.      Sebagai bahan masukan bagi Kepala Sekolah untuk meningkatkan komunikasi dengan  orang tua siswa karena kontribusi orang tua sangat    besar dalam membina akhlak siswa di sekolah dan masyarakat.
4.      Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin membahas masalah yang sama.
5.      sebagai syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan islam.















[1]Haidar Putra Daulay. Dinamika Pendidikan Islam, (Bandung: Cita Pustaka Media, 2004), hlm. 237.
[2]Al-Rasyidin. Kepribadian dan Pendidikan, (Bandung: Cita Pustaka Media, 2006), hlm. 124.




Bagi yang ingin berminat secara lengkap silahkan hubungi....081947777252 (Wandi)

1 komentar: