Loading...

Selasa, 05 Februari 2013

PENERAPAN METODOLOGI MENGHAFAL AL-QUR’AN DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL MURSIDI SIAOLOGO


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan belajar mengajar dikelas adalah suatu penjelasan yang diberikan guru kepada anak didik mengenai sesuatu hal (ilmu pengetahuan). Pemberian penjelasan demikian dapat dilakukan oleh guru secara sendiri, hal ini dapat juga dilakukan dengan bantuan siswa lainnya. Penjelasan oleh guru dimaksudkan “untuk mengorganisasikan pelajaran secara sistematik dapat dengan mudah dipahami bagi anak didik.” Dalam hal ini guru mengajar hanya memberikan informasi pengetahuan saja dan siswa hanya menerimanya tanpa memberikan respon. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar seperti inilah guru yang berfikir aktif, guru merupakan sumber pengetahuan sedangkan anak didik merupakan objek pendengar saja, sehingga tidak jarang terlihat anak didik menjadi pasif dan sulit dalam melaksanakan interaksi dengan lingkungannya baik itu dengan guru maupun dengan sesama anak didik. Oleh karenanya pemilihan metode pembelajaran yang tepat untuk penyampaian materi dalam mengajar akan mewujudkan tujuan pengajaran. Penggunaan metode yang tepat dan bervariasi dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, sebaliknya metode pembelajaran dengan cara monoton dan tidak bervariasi cenderung menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang membosankan bagi anak didik. Jadi, metode mengajar dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar. Selanjutnya mengenai rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran menghafal Al-Qur’an diduga banyak faktor penyebab antara lain: “rendahnya kemampuan guru dalam mendesain dan menentukan, mengelola strategi pembelajaran di kelas, penggunaan media/alat peraga dan sebagainya”. Methode yang sesuai menekankan pada kegiatan ceramah, praktek langsung yang dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas. Setelah diadakan praktek lalu diamati hasil kegiatan praktek tersebut. Berbagai methode biasanya digunakan pada berbagai materi pelajaran yang baik bersifat motoris seperti menulis, membaca, menghapal, berhitung, keterampilan, praktek fisika atau biologi dan praktek keagamaan. Melalui methode ini siswa dilatih kecakapan dan kemampuannya dalam bidang pengajaran yang telah ditentukan sehingga dapat diukur apakah siswa dapat menerima materi pelajaran dengan baik dan benar. Melalui latihan-latihan yang diberikan kepada siswa diharapkan dapat mahir atau pandai tentang sesuatu ilmu yang diberikan guru. Contoh pada pelajaran agama yakni latihan menghafal Al-Qur’an dalam bidang studi agama. Melalui kegiatan praktek seperti menghafal siswa diajak untuk mengamati mana di antara mereka yang lebih cepat memahami dan mengerti tentang Al-Qur’an. dan mana siswa yang kurang atau tidak mengerti dan tidak hafal ayat Al-Qur’an. Dengan demikian melalui kegikatan pengajaran yang menggunakan methode yang tepat aktivitas belajar siswa dapat dioptimalkan yang mencakup aktivitas fisik, mental, emosional maupun intelektual motorik siswa. Memberdayakan siswa dalam kegiatan belajar dengan menggunakan methode ini artinya mengkondisikan lingkungan belajar dan cara belajar siswa yang lebih efektif dan efisien serta mengajak siswa untuk bersikap produktif dalam belajar. Konsep belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran bukan hanya apa saja yang harus dipelajari siswa, tapi bagaimana siswa harus mempelajarinya dan memahaminya. Penggunaan metodologi menghafal dalam proses pengajaran khususnya pada bidang ayat Qur’an akan memberikan kesan tersendiri bagi siswa, melalui metode penghafalan siswa dapat memperoleh kepada keberhasilan dalam belajarnya, khususnya siswa Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo. Berdasarkan pemikiran di atas menunjukkan bahwa penggunaan metodologi menghafal bermuara pada satu titik sentral, yakni agar siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik dan benar serta siswa dapat mengucapkannya dengan benar. Namun persoalan mendasar yang penulis analisa sementara, khususnya di sekolah Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo adalah bagaimana guru menggunakan metodologi penghafalan dalam ayat Qur’an khususnya ayat-ayat pendek ditinjau dari kemampuam membaca dan mengulang serta menghafalnya. Untuk menjawab masalah ini, maka penulis mencoba mengadakan penelitian dengan mengangkat sebuah judul yaitu : ‘PENERAPAN METODOLOGI MENGHAFAL AL-QUR’AN DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL MURSIDI SIALOGO KEl. TITI KUNING KECAMATAN MEDAN JOHOR” B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah metodologi menghafal Al-Qur’an diterapkan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo ? 2. Bagaimanakah metodologi menghafal Al-Qur’an terhadap siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo ? 3. Bagaimanakah pengaruh metodologi menghafal Al-Qur’an terhadap prestasi belajar al-Qur’an siswa ? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini secara khusus sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui metodologi menghafal Al-Qur’an yang diterapkan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo 2. Untuk mengetahui metodologi menghafal Al-Qur’an terhadap anak-anak di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Siaologo 3. Untuk mengetahui pengaruh metodologi menghafal Al-Qur’an terhadap prestasi belajar al-Qur’an siswa kelas I Tsanawiyah Manfaat Penelitian Dengan tercapainya tujuan penelitian di atas diharapkan hasil penelitian ini berguna untuk : 1. Bahan masukan bagi guru agama, maupun guru lain yang menemukan masalah atau problem dalam methode pengajaran. 2. Bahan masukan bagi para pendidik dan kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan 3. Bahan masukan dan studi komperatif bagi peneliti untuk mendapatkan kesimpulan dalam mengukur metodologi. D. Batasan Istilah Untuk menghindari kesalahpahaman dan kesimpang siuran dalam penelitian ini ada beberapa yang perlu dijelaskan yaitu antara lain : 1. Penerapan adalah : pelaksanaan, penekanan dalam pelaksanaan seuatu”3 2. Metodologi adalah : Cara, teknik atau sistem untuk melakukan sesuatu”4 3. Menghafal ialah “mengingat, berupaya untuk mengingat pelajaran”5 Jadi metodologi menghafal di sini adalah cara yang yang diterapkan untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang dipelajari supaya siswa ingat terhadap pelajaran tersebut. 4. Al-Qur’an adalah “Adalah kitab suci agama Islam”6 5. Pesantren, adalah : “adalah tempat santri/iah belajar dengan sistem dipondokkan atau diasramakan”7. Pesantren yang dimaksudkan di sini adalah Madrasah Tsanawiyah Darul Mursidi Sialogo yang ada di Kelurahan Titi Kuning Kec.Medan Johor Dengan demikian masalah yang diteliti dalam penulisan ini adalah dibatasi terhadap metodologi menghafal yang diterapkan guru dalam pengajaran ayat Al-Qur’an di Pesantren Abrur Rahman bin Ra’uf Kelurahan Titi Kuning. F. Sistematika Pembahasan Bab I merupakan Pendahuluan, yang berisikan, Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Istilah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, dan Sistematika Pembahasan. Bab II membahas tentang : Landasan Teoitis yang berisikan : Pengertian Metodologi, Metodologi Menghafal Al-Qur’an, Penerapan Metodologi Menghafal Al-Qur’an di MTs Darul Mursyid Sialogo Bab III yang membahas tentang Metodologi Penelitian yang membahas tentang Lokasi Penelitian, Populasi dan Sampel, Sumber Data, Alat Pengumpul data, Teknik Pengolahan dan Analisa Data. Bab IV merupakan Pembahasan dan Analisa Data yang berisikan Pembahasan dan Penerapan Metode Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Tsanawiyah Darul Mursyid Sialogo. Bab V merupakan bab terakhir yang berisikan Kesimpulan dan Saran-saran. Bagi yang ingin berminat secara lengkap silahkan hubungi....081947777252 (Wandi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar