Selasa, 05 Februari 2013

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN PAIKEM DI KELAS IV SDN 31 KOTO PULAI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN


BAB I
                                                  PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di Sekolah Dasar. Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dan merupakan penunjang untuk mempelajari mata pelajaran atau bidang lain. Dalam Badan Standar Nasional Pendidikan (2006:317), dijelaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk:
   (1) Berkomuniksi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, (2) menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara, (3) memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, (3) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan sosial dan emosional, (5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, (6) menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.


1
 
Pada kutipan tersebut tampak jelas bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anak untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra manusia Indonesia. Agar tujuan tersebut dapat diwujudkan, maka salah satu jalan yang harus ditempuh adalah mengajarkan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar kepada siswa Sekolah Dasar.Ruang lingkup pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi 4 aspek, yaitu: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, tetapi hanya dapat dibedakan. Keterampilan yang satu bergantung pada keterampilan yang lainnya. Terutama dalam usaha menjadikan siswa SD yang memiliki kemampuan atau keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
                  Pembelajaran bahasa indonesia mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu kemampuan menyimak,kemampuan menulis,kemampuan membaca dan kemampuan berbicara. Satu kemampuan berbahasa saling terkait dengan kemampuan berbahasa lainnya (Hendry, 1998:1).Dalam penulisan ini peneliti memfokuskan pada kemampuan berbicara.
      Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari kemampuan berbahasa yang bersifat produktif,Agung (2006:23) menjelaskan bahwa “ berbicara merupakan suatu aktivitas manusia normal yang sangat penting,melalui berbicara manusia dapat berkomunikasi untuk menyatakan pendapat,menyampaikan maksud dan pesan ,mengungkapkan segala kondisi emosional,dan lain sebagainya.” Kemampuan berbicara pada dasarnya harus dimiliki oleh semua siswa.melalui kemampuan berbicara segala pesan yang disampaikan akan mudah dicerna sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dengan siapa saja.
            Kemampuan berbicara sangatlah penting,sebagai sarana untuk membuka cakrawala berfikir siswa,dengan demikian kemampuan berbicara siswa akan mudah menyampaikan ide dan gagasannya kepada orang lain.hendaknya proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan metoda,pendekatan,dan model pembelajaran yang tepat.
Menurut kamus Besar Bahasa indonesia (2004:24),tertulis bahwa “ Berbicara adalah berkata,bercakap,berbahasa atau melahirkan pendapat (dengan perkataan,tulisan dan sebagainya)”.Sedangkan menurut Saleh (2006:83) “ berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi dengan mempergunakan suara yang dihasilkan alat ucap manusia yang didalamnya terjadi pemindahan pesan dari suatu sumber ke tempat yang lain”.
            Berdasarkan pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa berbicara pada hakikatnya merupakan ungkapan pikiran dan perasaan seseorang atau kelompok secara lisan,baik secara berhadapan maupun jarak jauh dalm bentuk bunyi-bunyi bahasa.
            Hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan terhadap siswa kelas V SDN 31 Koto Pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan pada pelajaran kemampuan berbicara terungkap bahwa,siswa belum mampu berbicara ( kurang lancar,merasa malu dan takut ).selain itu siswa kurang percaya diri dalam mengungkapkan pikiran,gagasan dan komentar terhadap materi yang akan dibahas dalam proses pembelajaran.Setelah itu dilakukan wawancara dengan guru kelas V,ternyata pembelajaran kemampuan berbicara yang selama ini dilakukan hanya sebatas bertanya jawab dengan siswa dan meminta beberapa orang siswa untuk bercerita didepan kelas.Akibatnya tidak semua siswa berani untuk berbicara didepan kelas.
            Hal ini disebabkan kurangnya reaktifitas guru dalam merancang dan menyajikan pembelajaran kemampuan berbicara.Kompetensi yang akan dicapai tidak dijelaskan dengan rinci.Sehingga ketika proses pembelajaran berlangsung kemampuan berbicara siswa kurang berkembang.Siswa terlihat kaku dalam berbicarara didepan kelas dan pilihan  kata yang digunakan kurang beragam.Penilaian kemampuan berbicara diberikan kepada siswa tanpa melihat aspek-aspek yang ada dalam kemampuan berbicara seperti lafal,intonasi,ekspresi dan aspek lainnya.Tentu dengan keadaan demikian kemampuan berbicara siswa tidak akan mengalami peningkatan sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.Hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam pelajaran bahasa indonesia khususnya pembelajran kemampuan berbicara.
            Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam peningkatan kemampuan berbicara di SD adalah model PAIKEM.Menurut Tarmizi (2008:3)” PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran aktif, inovatif, efektif, kreaktif dan menyenangkan.Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif  bertanya,mempertanyakan,dan mengemuakan gagasan “,Sehingga siswalah yang menjadi pusat pembelajran,sedangkan guru hanya bersifat sebagai fasilitator.
            PAIKEM akan membuat siswa kritis terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan ,mempunyai keingintahuan yang tinggi,serta membantu mereka menyampaikan ide gagasan kepada orang lain.Hal ini tentunya akan meningkatkan kemampuan berbicara siswa.Penggunaan model PAIKEM dilatarbelakangi oleh metoda pembelajaran yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran bahasa indonesia selama ini,dimana guru lebih banyak memberikan waktu untuk kemampuan menulis dan membaca.sementara itu kemampuan berbicara kurang diperhatikan,sehingga kemampuan berbicara siswa kurang berkembang.
            Oleh sebab itu,peneliti bersama guru kelas V bersama-sama berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan pendekatan PAIKEM            Berdasarkan permasalahan diatas,peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran bahasa indonesia melaui pendekatan PAIKEM  di kelas V SDN 31 Koto Pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan”.
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan diatas,rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum adalah “ Bagaimana peningkatan kemampuan berbicara siswa dengan menggunakan pendekatan PAIKEM  bagi siswa kelas V SDN 31 Koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan”.secara khusus rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan menggunakan model PAIKEM pada tahap pra bicara bagi siswa kelas V SDN 31 koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.
2.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan model PAIKEM pada tahap saat bicara bagi siswa kelas V SDN 31 Koto Pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan”.
3.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan menggunakan model PAIKEM pada tahap pascabicara bagi  siswa kelas V SDN 31 koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.
C. Tujuan Penelitian
      Secara umum,penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara dengan memnggunakan pendekatan PAIKEM dikelas V SDN 31 Koto Pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan”.secara khusus tujuan penulisan pada penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan :
1.      Pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan menggunakan pendekatan PAIKEM  pada tahap prabicara bagi siswa kelas V SDN 31 koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.
2.      Pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan menggunakan pendekatan PAIKEM  pada tahap saat bicara bagi  siswa  kelas V SDN 31 koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.
3.      Pelaksanaan pembelajaran peningkatan kemampuan berbicara dengan menggunakan pendekatan PAIKEM  tahap pasca bicara  bagi  siswa  kelas V SDN 31 koto pulai kecamatan lengayang kabupaten pesisir selatan.
      D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini adalah :
1.      Bagi penulis dapat menambah pengetahuan dalam pembelajaran kemampuan berbicara dengan menggunakan model PAIKEM  dikelas V SD
2.      Bagi guru sebagai masukan dalam membimbing siswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara sehingga dapat memperlancar mereka dalam berkomunikasi dalam proses pembelajaran sehari-hari tentunya dengan menggunakan PAIKEM.
3.      Bagi siswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara mereka,tidak hanya dalam pelajaran bahasa indonesia saja,tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari untuk menyongsong masa depan yang lebih baik kedepannya.

Bagi yang ingin berminat secara lengkap silahkan hubungi....081947777252 (Wandi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar